Cara Menghitung BEP Usaha Kecil dengan Mudah

Cara Menghitung BEP Usaha Kecil dengan Mudah
Cara Menghitung BEP Usaha Kecil dengan Mudah
Cara Menghitung BEP Usaha Kecil dengan Mudah

Bagaimana cara menghitung BEP usaha kecil? Memang pada dasarnya bekerja dengan sendiri tanpa ikut pada sebuah perusahaan merupakan suatu impian banyak orang. Bekerja bersama orang lain atau dengan perusahaan memang kadang membuat anda tertekan sekaligus terikat dengan banyak aturan yang cukup memberatkan.Tak hanya itu, bekerja sendiri seperti membuka usaha jauh lebih menjanjikan dan aman karena tidak khawatir dengan PHK mendadak oleh perusahaan.

Jika anda sudah yakin untuk membuka atau memulai untuk usaha sendiri maka anda harus mengetahui cara menghitung BEP. Pada kesempatan kali ini, ceritamedia.com akan membahas tentang cara menghitung BEP. Namun sebelumnya anda harus tahu terlebih dahulu apa itu BEP.

BEP adalah kependekan dari Break Even Point, yaitu sebagai salah satu bagian dari teknik analisis laporan keuangan pada suatu usaha. Tujuan analisis BEP ini untuk mengetahui kesuksesan manajemen keuangan perusahaan saat mencapai target sales atau penjualan yang sudah ditentukan dari awal kesepakatan. Dikarenakan peran BEP sangat penting, maka wajar jika banyak orang yang ingin mengetahui cara menghitung BEP usaha kecil secara tepat dan benar. Berikut ini penjelasan mengenai definisi BEP:

Baca juga: Cara Mudah Cek Kuota 3 di Modem

Break Even Poin (BEP) adalah satu titik dimana sebuah bisnis atau perusahaan dalam kondisi belum mendapatkan keuntungan, tapi tidak juga mengalami rugi. Jadi, bisa disebut juga bahwa BEP merupakan sebuah analisis dalam mencari dan menentukan jumlah barang maupun jasa yang ditawarkan kepada konsumen dengan harga tertentu untuk menutup seluruh biaya yang dikeluarkan serta mendapat keuntungan.

BEP memang digunakan untuk menganalisa apakah perusahaan sudah mencapai BEP tersebut ataukah tidak. Namun analisa BEP juga bisa digunakan untuk mengetahui tingkatan volume penjualan serta berhubungan dengan mendapatan keuntungan berdasarkan tingkat penjualan.

Setelah membahas tentang definisi BEP, selanjutnya mari kita bahas mengenai apa saja fungsi dari BEP sebelum cara menghitung BEP usaha kecil. Berikut ini adalah beberapa fungsi serta komponen dari BEP:

Suatu alat perencanaan penjualan dan perencanaan produksi, supaya minimalnya perusahaan tidak mengalami kerugian.

Menjaga dan mengukur supaya tingkat produksi dan penjualan tak lebih rendah dari nilai BEP.

Mengetahui jumlah minimal penjualan yang wajib dipertahankan agar perusahaan tak mengalami kerugian. Adapun jumlah minimum penjualan di sini artinya ialah jumlah produksi secara minimum yang perlu dibuat perusahaan.

Menetapkan nilai penjualan yang perlu dicapai agar mendapat keuntungan yang sudah direncanakan. Hal ini juga dapat diartikan bahwa produksi harus ditentukan untuk memperoleh keuntungan tersebut.

Menganalisis perubahan pada harga pokok, harga jual, dan besarnya tingkat produksi atau hasil penjualan.

Beberapa Komponen dari BEP:

Fixed Cost: adalah biaya konstan atau tetap. Biaya ini tak berpengaruh terhadap kegiatan produksi langsung.

Variabel cost: merupakan komponen biaya yang sifatnya dinamis. Memiliki pengertian sebagai jumlah biaya per unit dan tergantung dari tingkat produksinya.

Selling Price: adalah harga jual tiap unit barang dan jasa yang sudah diproduksi serta siap dijual

Rumus BEP: umumnya terbagi ke dalam 2 bagian yaitu rumus BEP dasar penjualan dan rumus BEP dasar unit. Metode-metode tersebut sering dipergunakan untuk menentukan BEP.

Setelah anda mengetahui fungsi serta komponen dari BEP, maka selanjutnya mari kita bahas mengenai cara menghitung BEP usaha kecil. Contoh dari soal berikut ini:

Misalkan ada pengusaha baru atau startup yang sedang membangun suatu usaha yaitu pabrik yang memproduksi sandal. Setiap bulan pabrik sandal ini telah berhasil memproduksi 100 pasang sandal. Lalu harga setiap pasang sandalnya adalah Rp100.000. Dengan biaya variabel tiap pasang sandalnya rata-rata sekitar Rp. 50.000, lalu rata-rata pengeluaran tetap tahunan Rp. 5.000.000.

Lalu pertanyaannya, berapa banyak jumlah pasang sandal yang perlu diproduksi lalu berapa harga per sandal untuk mencapai BEP? Berikut adalah cara penyelesaian perhitungannya:

Baca juga: Cara Memindahkan Video ke IPhone tanpa ITunes

Langkah pertama, sebaiknya hitung jumlah pasang sandal yang perlu diproduksi dulu agar mencapai BEP.

Rumus BEP UNIT Produk : FC/(P-VC)

FC: Fixed Cost/Biaya Tetap

P: Price

VC: Variable Cost

Jadi, BEP Unit produknya = 5000.000/(100.000 – 50.000) = 100 pasang sandal.

BEP Unit Rupiah = FC/(1-(VC/P))

Jadi = 5.000.000/(1-(50.000/100.000)) = 10.000.000

Maka pabrik sandal tersebut, harus mendapatkan keuntungan/omset mencapai Rp.10.000.000 agar mencapai nilai BEP.

Adapun untuk membuktikan cara menghitung BEP tersebut benar ialah dengan cara mengkalikan antara unit BEP dengan harga jual tiap unitnya.

Jadi, BEP = 100 x Rp.100.000 = RP. 10.000.000

Setelah kita selesai membahas mengenai cara menghitung BEP usaha kecil tadi, bagaimana, apakah anda tertarik untuk mulai membuka usaha kecil-kecilan? Anda bisa mulai usaha dari yang kecil dan mengumpulkan pundi-pundi keuntungan untuk membuka cabang atau usaha yang lebih besar. ssemoga sukses selalu.