Cara Backup Database SQL Server Menggunakan Microsoft SQL Server Management Studio

Cara Backup Database SQL Server Menggunakan Microsoft SQL Server Management Studio
Cara Backup Database SQL Server Menggunakan Microsoft SQL Server Management Studio

Cara backup database SQL server paling mudah dilakukan menggunakan Microsoft SQL Server Management Studio. Ini adalah tool andalan yang dibuat Microsoft untuk mengelola basis data di sistem operasi Windows.

Backup adalah teknik yang dipakai untuk mencadangkan data dalam bentuk file. Data cadangan ini dibutuhkan ketika database Anda mengalami kerusakan atau kesalahan. Dengan adanya file backup, data-data yang tersimpan di database sebelumnya bisa dikembalikan seperti sedia kala.

Bayangkan jika Anda sudah menjalankan sebuah server selama dua tahun dengan jumlah data mencapai ratusan ribu baris. Suatu hari, server Anda rusak dan semua data Anda hilang. Padahal Anda membutuhkan data-data tersebut untuk membuat strategi bisnis dan pelaporan pajak.

Haruskah Anda mengulangi cara membuat Google Form dan melakukan survey ulang?

Memasukkan ulang semua data sejak hari pertama tentu tidak efisien. Ini akan memakan waktu lama dan membutuhkan banyak orang. Belum lagi dengan resiko kesalahan input yang kerap terjadi pada metode manual.

Inilah gunanya backup. Dengan menjalankan backup secara rutin, Anda bisa dengan mudah mengembalikan seluruh data Anda hanya dalam beberapa langkah. Tidak perlu lagi input manual yang akan memakan banyak waktu dan tenaga. Pada artikel ini, kita akan fokus pada metode backup menggunakan Microsoft SQL Server Management Studio.

Microsoft SQL Server Management Studio

Cara Backup Database SQL Server

  • Buka Microsoft SQL Server Management Studio
  • Di bagian Object Explorer, buka server tree sesuai server yang ingin Anda backup
  • Buka Databases lalu pilih salah satu database user. Atau expand System Databases lalu pilih salah satu database sistem.
  • Klik kanan pada database yang ingin Anda backup, arahkan ke Tasks, lalu klik Back Up
  • Pada dialog box Backup Database, database yang Anda pilih tadi akan muncul di daftar database
  • Di bagian Backup Type, pilih jenis backup yang Anda inginkan. Opsi default dari pilihan ini adalah Full. Kalau Anda ingin melakukan backup diferensial atau backup log transaksi, Anda harus melakukan setidaknya satu kali full backup terlebih dahulu.
  • Di bawah Backup Component, pilih Database
  • Di bagian Destination, periksa lagi lokasi penyimpanan file backup. Secara default, lokasi akan diarahkan ke ../mssql/data folder. Cara backup ke lokasi lain akan dibahas pada poin selanjutnya.
  • Anda bisa mengakses lebih banyak opsi di Media Options dan Backup Options. Untuk backup biasa, biarkan keduanya tetap berada pada pengaturan default. Untuk memahami lebih banyak opsi, silakan baca panduan di General Page, Media Options Page, dan Backup Options Page.
  • Klik OK. Tunggu sampai prosesnya selesai

Cara Backup Database SQL Server Ke Disk / Folder Lain

Langkah awal untuk backup database ke lokasi lain sama persis dengan langkah backup ke lokasi default. Perbedaannya terletak di bagian Destination.

  • Di bagian Destination, klik Back up to lalu pilih Disk
  • Klik remove sampai semua file backup terhapus
  • Pilih Add, dialog box Select Backup Destination akan muncul
  • Masukkan path dan nama file yang valid. Misalnya F:\MSSQL\Backup\001.bak
  • Gunakan ekstensi file .bak agar lebih mudah membedakannya dari jenis file lain
  • Klik OK, tunggu sampai selesai

Cara Backup Database SQL Server dengan Enkripsi

Enkripsi adalah teknik untuk meningkatkan keamanan suatu file. Terutama untuk file penting seperti backup database. Enkripsi juga banyak digunakan pada konsep lain, misalnya cara flash Oppo R1001.

Dengan adanya enkripsi, file tersebut hanya bisa dibuka oleh orang yang memiliki decryptor. File backup Anda akan tetap aman. Meskipun jatuh ke tangan orang lain, orang itu tidak akan bisa membukanya.

  • Buka Microsoft SQL Server Management Studio
  • Pilih Databases -> System Databases
  • Klik kanan master lalu klik New Query
  • Eksekusi kode di bawah ini di dalam database master untuk membuat database master key dan certificate

CREATE MASTER KEY ENCRYPTION BY PASSWORD = ‘23964hxJ#NL95134nl0tBe’;

OPEN MASTER KEY DECRYPTION BY PASSWORD = ‘23964hxJ#NL95134nl0tBe’

CREATE CERTIFICATE MyCertificate

WITH SUBJECT = ‘Backup Cert’, EXPIRY_DATE = ‘20210131’;

  • Di bagian Databases di Object Explorer, klik kanan pada database yang hendak Anda backup. Arahkan ke Tasks, klik Back Up
  • Pada halaman Media Options, di bagian Overwrite media, pilih Back up to a new media set, and erase all existing backup sets
  • Di halaman Backup Options, di Bagian Encryption, centang kolom Encrypt Backup
  • Di pilihan Algorithm, pilih AES 256
  • Pada pilihan Certificate or Asymetric Key, pilih MyCertificate
  • klik OK

Pentingnya Backup Database Secara Rutin

Backup database harus dilakukan secara berkala, setidaknya satu kali sehari. Tujuannya agar Anda selalu memiliki cadangan data terbaru jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan pada server.

Apalagi jika lalu lintas data Anda cukup besar seperti ceritamedia.com. Kehilangan data dalam durasi 1 jam saja bisa berakibat fatal.

Untungnya, mekanisme backup bisa dibuat menjadi otomatis. Dengan fitur ini, server akan melakukan backup pada waktu tertentu sesuai jadwal dan metode yang sudah Anda tentukan sebelumnya. Ini adalah cara backup database SQL server yang paling direkomendasikan.